hidup ini ibarat mengenderai basikal



Salam perjuangan...


Hidup ini ibarat mengenderai basikal..jika inginkan hidup yang seimbang kita mesti pastikan kehidupan ini sentiasa bergerak...

Adakah sesiapa diantara kita pernah menunggang basikal tanpa mengayuhnya? walau bagaiman kuatpun kita berusaha untuk bertahan..tidak berapa lama setelah itu kita pasti terjatuh jua..ini bermakna untuk mengenderai basikal kita kena sentiasa mengayuhnya..cepat ataupun lambat..jika ingin kehadapan kita kena mengayuhnya..jika terasa penat berhenti dan berehatlah dan mengayuh semula setelah punya tenaga baru dan terasa ringan kepenatannya...teruskan mengayuh hingga sampai ke garis penamat atau sampai ke tempat yang ingin di tuju.

Begitu juga lah kehidupan ini..untuk menikmati hidup seimbang dan bahagia kita kena pastikan kehidupan ini terus bergerak..teruskan melangkah hingga sampai ke penghujungnya hingga sampai ke garis penamat..jangan berhenti walaupun kita gagal dan ada rintangan..teruskan perjalanan toleh sekali sekali ke belakang takut nanti kita ulangi kesilapan lalu..jika tersandung dan terjatuh lagi terus bangkit dengan lebih gagah dan firm..

Nanti bila kita susuri semula jejak garis perjalanan yang pernah kita lalui pasti kita tersenyum dan menarik nafas lega betapa jatuh jatuh dan jatuh lagi walaupun pernah luka dan berdarah..parut nya mungkin masih ada tapi kita pasti terasa betapa manisnya pengalaman itu...indahnya saat itu yang merasai indah dan nikmat itu hanyalah kita..tapi jika kita jatuh dan tidak lagi bangun selepas itu pastilah luka itu terus berdarah tidak ada ubat yang dapat menyembuhkannya...

Hidup ini singkat..so enjoy it..indahnya hidup ini so nikmati ia..hidup ini perjuangan..so teruskan perjuangan ini ...hingga kita kembali dan pulang kepadaNYA....

tanyalah nuranimu...renungi kisah ini...






This is a lovely touching story.


TAXI

I arrived at the address where someone had requested a taxi. I honked but no one came out. I honked again, nothing. So I walked to the door and knocked. 'Just a minute', answered a frail, elderly voice. I could hear something being dragged across the floor.

After a long pause, the door opened. A small woman in her 90's stood before me. She was wearing a print dress and a pillbox hat with a veil pinned on it, like somebody out of a 1940s movie.

By her side was a small nylon suitcase. The apartment looked as if no one had lived in it for years. All the furniture was covered with sheets..

There were no clocks on the walls, no knickknacks or utensils on the counters. In the corner was a cardboard box filled with photos and glassware.

'Would you carry my bag out to the car?' she said. I took the suitcase to the cab, and then returned to assist the woman. She took my arm and we walked slowly toward the curb.

She kept thanking me for my kindness. 'It's nothing', I told her. 'I just try to treat my passengers the way I would want my mother treated'... 'Oh, you're such a good boy', she said. When we got in the cab, she gave me an address, and then asked, 'Could you drive through downtown?'

'It's not the shortest way,' I answered quickly. 'Oh, I don't mind,' she said. 'I'm in no hurry. I'm on my way to a hospice'.

I looked in the rear-view mirror. Her eyes were glistening. 'I don't have any family left,' she continued. 'The doctor says I don't have very long.' I quietly reached over and shut off the meter.

'What route would you like me to take?' I asked. For the next two hours, we drove through the city. She showed me the building where she had once worked as an elevator operator.

We drove through the neighborhood where she and her husband had lived when they were newlyweds. She had me pull up in front of a furniture warehouse that had once been a ballroom where she had gone dancing as a girl.

Sometimes she'd ask me to slow in front of a particular building or corner and would sit staring into the darkness, saying nothing.

As the first hint of sun was creasing the horizon, she suddenly said, 'I'm tired. Let's go now'

We drove in silence to the address she had given me. It was a low building, like a small convalescent home, with a driveway that passed under a portico.

Two orderlies came out to the cab as soon as we pulled up. They were solicitous and intent, watching her every move. They must have been expecting her.

I opened the trunk and took the small suitcase to the door. The woman was already seated in a wheelchair.

'How much do I owe you?' she asked, reaching into her purse.
'Nothing,' I said.
'You have to make a living,' she answered.
'There are other passengers,' I responded.

Almost without thinking, I bent and gave her a hug. She held onto me tightly. 'You gave an old woman a little moment of joy,' she said. 'Thank you.'

I squeezed her hand, and then walked into the dim morning light. Behind me, a door shut. It was the sound of the closing of a life. I didn't pick up any more passengers that shift. I drove aimlessly lost in thought. For the rest of that day, I could hardly talk. What if that woman had gotten an angry driver, or one who was impatient to end his shift? What if I had refused to take the run, or had honked once, then driven away? On a quick review, I don't think that I have done anything more important in my life.

We're conditioned to think that our lives revolve around great moments. But great moments often catch us unaware-beautifully wrapped in what others may consider a small one.
PEOPLE MAY NOT REMEMBER EXACTLY WHAT YOU DID, OR WHAT YOU SAID, BUT THEY WILL ALWAYS REMEMBER HOW YOU MADE THEM FEEL.

Rindu yang teramat sangat...


Assalamualaikum...Salam perjuangan...sekian lama tak berkesempatan untuk posting di blog ini...kesebokan dengan urusan2 lain namun kerinduan untuk menulis tetap ada...malam ni ku kuatkan hati nuraniku ini untuk menatap beberapa perkara..Yang pastinya Nuraniku terlalu rindu padaMu...Nampaknya Terpaksa akur sekali lagi aku belum layak menjadi tetamu Mu tahun ini...menitis airmata ini..bila jiran terhampir dan sahabat terdekat layak menjadi tetamuMu tahun ini...Ya Rabb aku ikhlas dan pasrahkan semuanya pada ketentuanMu...
Mudah2han tahun depan kami pula layak menjadi tetamuMu...Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar!!!

Apa yang kita perjuangkan??


Salam perjuangan...

Apa khabar iman dan hati kita hari ini...mudah2han semuanya tenang , bahagia dan cukup bersedia minda, emosi dan spiritual untuk menyambut tetamu agong..Ramadhan Al Mubaraq..Al Kareem..semuga kita semua beroleh rahmat, keampunan dan dibebaskan daripada siksaan api neraka..

Ingin sekali memiliki dan membaca buku ini : Perihal Cinta Pejuang ...

Sesiapa yang memiliki dan terjumpa tolong belikan ye..antara isi menarik yang sempat ku copy and paste...


Di jalan cinta para pejuang ada 4 tapak

Tapak pertama VISI
Agar aku tak lagi tertidur lelap, tapi bangkit terjaga
Agar aku tak lagi tertunduk sayu, tapi tegak terpancang
Agar cintaku tak lagi terpejam sendu, tapi tajam terpancar

Tapak kedua GHAIRAH
Agar aku tak lagi lemah
Agar aku tak lagi goyah
Agar cintaku jadi gagah
Agar aku tak cepat lelah
Agar aku tak menyerah

Tapak ketiga NURANI
Agar aku jujur pada diri
Agar kudengarkan suara hati
Agar cintaku jadi suci
Agar kupandang dunia dari ufuk tinggi
Agar aku dibimbing Ilahi

Tapak keempat DISIPLIN
Agar aku penuh taqwa dalam banjir cinta dan badai asmara
Agar aku bukan hanya penikmat rasa, tapi juga penjaga agama
Agar cintaku bukan hanya kesenangan diri, tapu juga redha Ilahi
Agar aku tak hanya dicinta orang terkasih, tapi juga Yang Maha Pengasih

Di jalan cinta para pejuang

Berbaktilah pada Allah dlm kerja2 besar, dakwah dan jihad
Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
Larilah hanya menujuNya
Meloncatlah hanya keribaanNya
Walau duri merentas kaki
Walau kerikil mencecah telapak
Sampai engkau lelah
Sampai engkau payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Maka kekhusyukan akan datang kepadamu
Ketika engkau beristirehat dalam solat
Saat kau rasakan puncak kelemahan diri di hadapanYang Maha Kuat
Lalu kau pun pasrah
Berserah.....
Saat itulah engkau mungkin melihatNya
Dan Dia pasti melihatmu..

******
Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan di mana wacana jauh lebih kecil daripada tindakan. Jalan di mana memang diperlukan kata, tapi tak cukup hanya kata. Kata belum bermakna, manusialah yg memberinya makna.
Dengan Amal, dengan tindakan.
*****
Buku ini memaparkan contoh-contoh 'pejuang' cinta yg sebenarnya. Bagaimana menterjemah cinta pada Allah dlm kehidupan. Bagaimana cinta yg sebenarnya memandu manusia. Bagaimana 'mereka' bahagia dalam cinta, meski bersalut letih, lelah, papa, dan derita.


Kepada semua..SELAMAT BERJUANG.. Hidupkan ramadhan dan ramadhankan hidupmu..muga ketemu cinta sejati di Ramadhan Al Kareem ini...

Marah/airmata bukti nuranimu tersentuh.?.

' luahan marah dan airmata dengan demo'



TAHANLAH MARAHMU...

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
Assalamualaikum..salam perjuangan,

Insya Allah..beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci penuh berkah yaitu Ramadhan. Semoga Allah masih memberi kita kesempatan untuk kembali berjumpa dengan Ramadhan dan dapat menyempurnakan amal ibadah sepanjang bulan itu maupun setelahnya. Selama Ramadhan kita tidak hanya akan menahan lapar dan dahaga namun juga menahan hawa nafsu, menahan diri / mengawal diri daripada melakukan perkara yang dilarang oleh Allah dan mengawal diri agar rajin memperbanyakkan perkara yang dicintai oleh Allah swt. Salah satu hawa nafsu yang negatif yang kita melatih diri untuk mengawalnya adalah Marah. Tentu sekali kita sangat memerlukan tips dan cara untuk mengelola emosi negatif ini agar tidak membawa keburukan pada kita dan menodai Ibadah shaum kita.


Al Hafizh Ibnu hajar berkata : “sebagian ulama mengatakan bahwa Allah menciptakan Marah dari api neraka dan menjadikannya tabiat bagi manusia”

Al Hafizh Ibnu hajar berkata : “sebagian ulama mengatakan bahwa Allah menciptakan Marah dari api neraka dan menjadikannya tabiat bagi manusia”

Al Hafizh Ibnu Rajab al Hanbali mengatakan : “ Marah itu adalah gejolak hati untuk menolak bahaya yang akan menimpa atau membalas gangguan yang didapat setelah kejadian”

Marah boleh membawa pada perbuatan-perbuatan yang diharamkan seperti membunuh, memukul atau berupa perkataan yang diharamkan seperti tuduhan dusta cacian, perkataan kotor, bahkan sampai kepada tingkat kekufuran.


“Marah itu dari Setan”(H.R Abu Dawud no.4152).

Karena orang yang marah itu berada dalam keadaan di luar keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat tercela, menginginkan kedengkian,perseteruan dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu lahir akibat Marah.

Macam-macam Marah :

1. Marah yang tercela iaitu marah dalam perkara duniawi, marah yang tidak pada tempatnya, bukan untuk kebenaran tetapi hanya mengikuti hawa nafsu.

2. Marah yang Terpuji iaitu Marah karena Allah dan untuk kebenaran. Bahkan hal ini lebih dituntut lagi ketika syariat Allah dilanggar.

Keutamaan Menahan Marah;

1. Dipuji Allah dan rasulNyaAllah dan RasulNya Muhammad memuji orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain.
Firman Allah :“ Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” - As-Syura (42) : 370“ Barang siapa menahan marahnya padahal dia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari Kiamat di hadapan segala makhluk sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya”(H.R Tirmidzi no.1944)

2. Allah mencintainya.“Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan keslaahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” - Ali Imran 3 : 134'

Demikian pula Rasulullah bersabda :“ Tidaklah shadaqah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah sifat pemaaf kepada seseorang hamba kecuali akan menjadikannya mulia dan tidaklah seorang hamba rendah hati karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya” ( H.R Muslim 2588. Tirmidzi 2029, Ahmad 2/235, Malik 2/1000, Darimi 1683)

3. Menaati wasiat Rasulullah.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw, ‘berilah wasiat kepadaku” Sabda nabi : “Janganlah engkau mudah marah” Maka diulanginya lagi permintaan itu beberapa kali. Sabda Rasulullah saw : “ janganlah engkau mudah marah” ( H.R. Bukhari).
Boleh jadi nabi memberikan nasihat itu karena mengetahui bahwa laki-laki tersebut adalah orang yang sering/mudah marah, sehingga nasihat ini sungguh ditekankan kepadanya. Namun Betapa pentingnya nasihat itu bagi orang lain juga, terlihat dari diulanginya beberapa kali permintaan itu.

4. Termasuk Orang yang ‘Kuat’ Rasulullah bersabda :“ Bukanlah dikatakan orang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah” (Hadits Riwayat Bukhari no. 5649)
Jadi, tolok ukur kekuatan bukanlah pada kekuatan fisik, namun pada kekuatan menahan jiwanya ketika marah tidak terpancing tipu daya setan.

Imam Nawawi mengatakan : “Ini adalah keutamaan yang terpuji, sedikit sekali orang yang mampu berhiasa dengan akhlaq yang mulia ini’ (Syarah Shahih Muslim 16/124)5. Dijauhkan dari murka Allah.

Berdasarkan Riwayat Hasan al-Bashri berkata : “Empat perkara barangsiapa ada pada dirinya Allah akan menjaganya dari setan dan diharamkan masuk Neraka : yaitu orang yang mampu menahan jiwanya ketika berharap, takutm bernafsu dan marah” (Jami’ul Ulum wal hikam 1/368)6.

Masuk Surga berdasarkan Hadits Abu Darda berkata : ada seseorang yang mendatangi rasulullah dan bertanya : “Wahai Rasulullah tunjukilah aku sebuah amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam Surga!”
Rasulullah menjawab : “janganlah Marah, dan bagimu Surga”.

Tips dan cara mengawal dan menahan Marah;

1. Berdoa

2. Dzikrullah

3. Mengucapkan ta’awudz. “Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang bila diucapkan maka hilanglah marahnya, yaitu A’uudzu billahi minasy syaithonirrajiim” Hadits Riwayat Tirmidzi no.337.
Karena sesungguhnya setanlah yang mendorong manusia untuk marah. Setan selalu membelokkan manusia dari hal-hal yang terpuji dan menjauhkan manusia dari kerihaan Allah, maka ucapan A’udzu billahi minasy syaithonirrajiim adalah senjata yang paling ampuh untuk menolak tipu daya setan ini.

4. Mengubah posisi tubuhJika sedang berdiri, maka duduklah. Jika sedang duduk berbaringlah. Jika belum hilang juga marahnya tinggalkan tempat.

5. Memberi maaf.

6. Jangan Turuti marahnya .

Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah dan memberikan kekuatan serta kesabaran kepada kita untuk melawan rasa marah dan mudah memaafkan kekurangan dan kesalahan orang lain. Semuga melalui latihan Ramadhan selama sebulan nanti menambahkan keupayaan kita untuk mengawal diri terus menerus..mengawal diri sendiri tidaklah semudah kita mengawal orang lain ?? atau..apabila kau mampu mengawal dirimu sendiri barulah kau mampu mengawal diri orang lain?? Mungkin yang lebih tepat - berusahalah untuk mengawal dirimu sendiri..bila setiap diri telah mengawal diri sendiri, dunia akan aman..ke macamana....




' airmata yang kerapkali begitu sukar untuk ku tahan'...






Kepada semua ..suami yang begitu memahami,anakanda2..kekanda Bukhari sekeluarga..adinda2 sekelurga..sahabat2 seperjuangan..Selamat menyambut Ramadhan Al Mubaraq , semuga ketemu cinta sejati ...